Sunday, 13 October 2013

Angin Timur Rugikan Nelayan

perahu-perahu nelayan yang tidak berangkat melaut berjejeran di pantai timur pangandaran. Salah satu dari mereka pulang melaut tanpa membawa hasil. Sabtu (12/10), Pangandaran, Ciamis, Jawa Barat. (Azalea Annas Finesha)
CIAMIS, SERIUS – Dermaga nelayan di pantai Pangandaran Sabtu (12/10) kemarin dipenuhi oleh perahu. Sebagian besar dari nelayan memilih untuk tidak melaut dikarenakan angin timur yang berembus kencang. Menurut Jajang, salah satu nelayan Pangandaran, angin kali ini cukup berbahaya untuk melaut dan telah menelan korban jiwa.
“Padahal sedang musim Ikan. Cuma aja anginnya besar jadi cuma sedikit yang melaut. Takut, kemarin sampai dua orang jadi korban.” ungkap Jajang. “Hari Sabtu ini aja tempat pelelangan ikan sepi, biasanya mah ramai. Soalnya nelayan pada nggak berangkat.”
 Sedikitnya nelayan yang pergi melaut mengakibatkan produksi ikan berkurang. Hal tersebut telah merugikan Jajang dan nelayan lainnya hingga jutaan rupiah karena harga jual ikan tetap dengan angka permintaan yang cenderung menurun. “Biasanya kami untung sampai jutaan,” tambah Jajang.
“Harga ikannya mah tetap, tapi kami rugi. Apalagi harga solar naik,” ujar Jajang ketika ditanya tentang pengaruh cuaca terhadap ikan.
Angin timur kini mencapai puncaknya di bulan Oktober. Menurut keterangan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika di webnya, kecepatan angin kali ini telah mencapai 9km/jam.

0 comments:

Post a Comment