T8/OJ 2013 Gagah Nurjanuar Putra
210 110 120 030
Rangkuman dan Apresiasi Buku Jurnalisme Online
Karya Mike Ward
I. RANGKUMAN
Buku ini menjelaskan secara ringkas tentang jurnalistik di dunia online atau maya. Zaman sekarang sudah banyak orang yang mulai beralih ke media digital. Buku ini mempunyai beberapa premis tentang jurnalistik online diantaranya :
1. Online adalah media yang khas karena user-driven dan multifaset.
2. Semua element media harus melengkapi konten.
3. Penerapan inti Jurnalisitik dan prosesnya harus menginformasikan semua tahapan penciptaan konten dan presentasinya.
4. Jurnalisme online adalah sebuah cakupan yang luas karena merangkul konten pembuatan di berbagai jenis (misalnya berita dan informasi) dan pengaturan (misalnya komersial serta berita berbasis).
Penerapan prinsip-prinsip jurnalistik inti dan prosesnya harus menginformasikan semua tahapan penciptaan konten online dan presentasi. Jurnalisme online adalah sebuah broad church yang merangkul pembuatan konten dari berbagai jenis informasi dan pengaturan. Jurnalisme online dibangun dan diselenggarakan oleh segudang organisasi dan individu, misalnya:
§ Berita organisasi
§ Organisasi komersial
§ Organisasi dari pemerintah nasional dan lokal
§ Tekanan kelompok atau orang yang ingin mengubah sesuatu
§ Bukan untuk keuntungan organisasi
§ Jutaan orang menggunakan web untuk menceritakan kepada dunia tentang obsesi, keyakinan dan keinginan.
Proses Jurnalistik secara luas dapat digambarkan sebagai :
· Mengidentifikasi peristiwa, fakta, pengalaman atau pendapat yang mungkin menarik untuk pembaca
· Memperoleh informasi lebih lanjut untuk mengembangkan ide awal dan untuk verifikasi keakuratan, juga relevansi dengan pembaca
· Memilih dari apa yang telah dikumpulkan, bahan yang bernilai dan menarik minat pembaca
· Menyajikan materi dengan akurasi total
Keempat tahapan proses jurnalistik yang tercantum di atas dapat secara kasar dikelompokkan menjadi dua bagian.
§ Meneliti dan melaporkan apa yang didapat sebagai seorang jurnalis.
§ Konstruksi cerita dan penerbitan
Penyebaran informasi
1. Kesegeraan
2. Dibagi beberapa halaman
3. Multimedia
4. Platform pengiriman fleksibel
5. Pengarsipan
6. Hubungan dengan pembaca
7. Interaktivitas
8. Linkage
Proses jurnalisme online memiliki empat tahap :
§ Mengidentifikasi dan menemukan berita/informasi yang menarik minat
§ Mengumpulkan semua bahan yang dibutuhkan untuk menceritakan kisah
§ Pilih bahan terbaik
§ Menyajikan materi efektif.
Siklus hidup berita
- Pratinjau
- Acara atau kegiatan berita
- Reaksi suatu pengembangan lebih lanjut
- Ulang tahun
Sumber berita
§ Mata dan telinga
§ Sumber individu
§ Siaran pers
§ Media lain
§ Newsroom diary
Mengapa wartawan membuang materi kecil, misalnya:
§ Memiliki sedikit minat untuk pembaca mereka
§ Telah diberitahu sebelumnya
§ Menunjukkan potensi pengembangan yang kecil
§ Mengetahui struktur Anda
§ Pandangan perwakilan
§ Yakin
§ Tetap berpikiran terbuka
§ Mendapatkan terorganisir
Wawancara dapat berbentuk, sebagai berikut:
- Wawancara penelitian
§ Wawancara berbasis teks
§ Wawancara siaran
Wawancara dapat membuatnya tampak seperti hal yang paling alami, apabila:
§ Persiapan
§ Merencanakan struktur wawancara
§ Keterampilan mendengarkan
§ Mengajukan pertanyaan bodoh
§ Teknik pengamatan dan empati
§ Menyiarkan wawancara
Menggunakan pendekatan bottom-up, kita dapat mengidentifikasi unsur-unsur utama dari penelitian dan pelaporan dengan mempertimbangkan bagaimana penggunaan online dapat mendukung mereka :
- Mencari informasi
- Menemukan orang
- Memeriksa informasi
- Menganalisis informasi
Kata dan kalimat
Langkah awal untuk menulis efektif:
§ Jangan menggunakan kata-kata lebih dari yang Anda butuhkan
§ Menghindari kata-kata panjang jika alternatif yang lebih pendek tersedia
§ Hindari kata-kata sulit jika yang sederhana tersedia
§ Menggunakan kata-kata yang kuat, daripada abstrak
§ Spesifik
§ Memberikan kata-kata dengan arti yang benar
II. Apresiasi
Buku Journalism Online Mike Ward membahas tentang jurnalisme online dalam bahasa Inggris. Bagi saya, buku tersebut merupakan bacaan yang sulit karena tidak semua kata saya mengerti. Keterbatasan berbahasa ini menjadi penghalang saya untuk memahami buku tersebut. Alangkah baiknya, apabila ada buku terjemahan dari buku tersebut.
Yang saya dapatkan dari buku tersebut adalah jurnalisme online adalah salah satu bentuk media baru yang menghasilkan konten berupa tulisan, foto, dan juga video. Ini bisa membantu kita untuk mendapatkan informasi lebih cepat. Dengan penggambaran melalui gambar dan video yang membantu informasi tersebut, kita lebih bisa membayangkan kejadian.
Wartawan mencari atau mengumpulkan fakta lewat pengamatan (observasi), wawancara, atau melakukan riset dokumentasi (Ashadi Siregar, 1998). Buku ini menyebutkan sumber berita adalah mata dan telinga, sumber individu, siaran pers, media lain, newsroom diary. Maka bisa dikatakan bahwa sumber berita bisa ditelusuri melalui tiga cara, pengamatan (observasi), wawancara, dan riset.
Jurnalisme online, seperti halnya jurnalisme lainnya, mementingkan kecepatan atau kesegeraan. Dibandingkan jurnalisme lainnya, online merupakan yang tercepat sekarang ini. Kecepatan itu berakibat pada verifikasi. Bisa jadi dalam jurnalisme online, verifikasi tidak sedalam jurnalisme lainnya. Menghubungkan dengan Sembilan Elemen Jurnalisme Bill Kovach dan Tom Rosenstiel bahwa wartawan harus disiplin verifikasi. Kecepatan dengan disiplin verifikasi ini menjadi hal yang sulit dilakukan sekaligus. Artinya, jurnalisme online harus lebih bisa mengatur bagaimana mengerjakan kedua hal tersebut.
Jenis wawancara dalam Journalism Online: wawancara penelitian, wawancara berbasis teks, dan wawancara siaran. Bentuk wawancara berita menurut Flyod G. Arpan: wawancara sosok pribadi, wawancara berita, wawancara jalanan, wawancara sambil lalu, wawancara telepon, wawancara tertulis, dan wawancara kelompok (Sumadiria, 2011). Menurut saya, dalam Journalism Online, jenis wawancara tersebut masih terlalu general. Sedangkan menurut Arpan, jenis wawancara lebih dispesifikan lagi.
Daftar Pustaka
Ward, Mike. Journalism Online. 2002. Oxford: Focal Press
Siregar, Ashadi. 1998. Bagaimana Meliput dan Menulis Berita untuk Media Massa. Yogyakarta: Kanisius.
Kovach, Bill dan Tom Rosenstiel. 2003. Sembilan Elemen Jurnalisme. Jakarta: Yayasan Pantau
Sumadiria, AS Haris. 2011. Jurnalistik Indonesia: Menulis Berita dan Feature. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
0 comments:
Post a Comment