Friday, 11 October 2013

Uang Lomba Forsi Belum Cair Hingga Acara Closing

Logo Forsi 2013 (doc:twitter Forsi Unpad 2013)



SERIUS, SUMEDANG -- Panitia Festival Olahraga dan Seni Universitas Padjadjaran (Forsi Unpad) boleh saja bergembira dengan selesainya acara closing Forsi yang bertajuk outer space dengan tagline Funtastic 2013. Ribuan penonton yang memadati Stadion Olahraga Jati Padjadjaran pada Jumat (11/10) sore untuk menyaksikan The Groove, Two Triple O, serta grand final dari Putra dan Putri Padjadjaran ini pun terlihat antusias dan menikmati acara hingga selesai. Namun, tidak sedikit kekurangan dari Forsi yang kemudian membuat kekecewaan, terutama dari pemenang lomba yang diadakan Forsi.

Suasana Forsi pada Jumat (11/10) malam, pengunjung terlihat masih sepi sedangkan ruang yang terdapat pada lapangan Forsi terlalu luas sehingga terlihat perbedaan yang mencolok.  (Oktadiora Pratama)

Pemenang lomba standup comedy Gagah (19) menyatakan kecewa dengan mekanisme pemberian hadiah saat closing Forsi. “Kecewa gue sama Forsi. Teman gue ngambek tadi (karena mekanisme pemberian hadiah)” ujar Gagah. Tidak adanya komunikasi antara panitia dengan pemenang lomba yang membuat Gagah kecewa terhadap Forsi.
Pada September lalu, akun twitter Forsi menyebutkan “Selamat kepada seluh pemenang. Uang tunai & sertifikat bisa diambil saat closing #salamsatuunpad #standupcomedyforsi.” Uang hadiah lomba sebesar Rp1.000.000 yang seharusnya diberikan pada saat closing ternyata tidak dipenuhi oleh pihak Forsi. Bahkan, pemenang harus menunggu hingga dua minggu ke depan sampai uangnya bisa diterima. Piala yang diterima oleh pemenang pada saat penyerahan piala di panggung pun banyak yang tidak sesuai dengan pemenangnya,
Gagah menambahkan, dirinya seharusnya tampil untuk open mic pada saat closing, namun, karena materi yang akan dibawakan Gagah dianggap tidak sesuai dengan ketentuan panitia maka penampilan Gagah dibatalkan mendadak. “Tadi siang, ngedadak gitu (dibatalkannya). Gue batal tampil juga (kata panitia) gara-gara takut materi porno dan SARA pas tampil. Gue nggak terima, yang porno (materinya) siapa yang kena siapa” tambah Gagah.

Kurangnya koordinasi antarpanitia juga menyebabkan banyaknya miskoordinasi, seperti yang diungkapkan salah satu media partner Tofhan (19) menjelaskan kalau dirinya “dioper-oper” oleh panitia saat ingin meletakkan X-Banner medianya. “gua dioper-oper sama panitia pas mau naro X-Banner, katanya nggak boleh naro di sini, terus nggak boleh naro di sana juga” ujarnya. (OP)

0 comments:

Post a Comment