Christ Gideon (kanan) bercanda mengusap telapak tangan Arif Asshiddiq (kiri) sebelum melempar bola dari tengah lapangan.
Sukabumi, Serius – Final basket Xpreso VII (13/10) di SMA Hayatan Thayyibah dimeriahkan oleh pertandingan eksibisi antara Garuda Bandung melawan Sukabumi All-Star. Garuda Bandung datang dengan lima pemain: Wendha Wijaya (32), Christ Gideon (29), Mochamad Rizal Falconi (20), Fadlan Minallah (31), dan Diftha Pratama (23).
Pertandingan dimulai dengan jump ball oleh Falconi (Garuda Bandung) dan Sukmara (Sukabumi
All-Star). Poin pertama diraih Juli (Sukabumi All-Star) dengan tembakan tiga
angka. Ia merasa puas dengan pertandingan tersebut.
“Secara level kita kalah, mungkin. Tapi secara main, kita
merasa puas.” Ujar Juli.
Kedudukan awal 3-0 langsung dibalas Garuda dengan fast break dan dunk Falconi. Quarter pertama kedudukan imbang 15-15. Quarter
kedua, Sukabumi All-Star tertinggal 23-34. Skor akhir pertandingan 38-44. Juli mengakui kesulitan melawan Garuda.
“Memang kita kalah, tapi bangga juga. Susah. Tadi, yang nge-dunk tadi itu, Falconi, dia juara slam dunk contest di Shanghai, Cina.
Kita gak ada yang bisa nge-dunk”
Pertandingan berlangsung selama tiga quarter diselingi
dengan slam dunk contest. Saat half time, para pemain Garuda Bandung
membagikan hadiah untuk penonton dan lawan tanding mereka. Saat itu penonton
berhamburan ke tengah lapang. Panitia berusaha mengamankan penonton kembali ke
sisi lapangan.
Selain slam dunk contest, pemain Garuda memberikan kesempatan pada Sukabumi All-Star untuk melakukan tembakan dari tengah lapangan. Pemenang diberi kaos Garuda Bandung. Arif Asshiddiq (Sukabumi All-Star) berhasil memasukan bola dari tengah lapangan.
Selain slam dunk contest, pemain Garuda memberikan kesempatan pada Sukabumi All-Star untuk melakukan tembakan dari tengah lapangan. Pemenang diberi kaos Garuda Bandung. Arif Asshiddiq (Sukabumi All-Star) berhasil memasukan bola dari tengah lapangan.
Fadlan sempat bertukar posisi dengan wasit Dzukran Fauzan
(17) di tengah pertandingan. Fauzan tiba-tiba harus menjadi salah satu pemain
Garuda.
“Kaget juga. Lagi ngewasitin,
tiba-tiba dikasih baju. Tukar pemain sama wasit.” Ujar Fauzan.
Selama pertandingan, Fadlan terus bercanda. Beberapa kali ia
sempat menghampiri penonton untuk foto bersama di tengah pertandingan.
“Kita gak main
serius. Mereka datang bukan untuk pertandingan yang bener-bener serius. Mereka datang untuk menunjukan gimana caranya main basket yang bener.” Juli mengakui.
(Gagah)
0 comments:
Post a Comment