Azalea Annas Finesha



T8/ OJ 2013                                                                            Azalea Annas Finesha
                                                                                      210 110 120 248
Apresiasi Buku “Jurnalisme Online”
Karya Mike Ward

I.         RANGKUMAN
Jurnalisme online dibangun dan diselenggarakan oleh segudang organisasi dan individu , misalnya :
1.    Berita organisasi
2.    Organisasi komersial
3.    Organisasi dari pemerintah nasional dan lokal
4.    Tekanan kelompok - orang yang ingin mengubah sesuatu
5.    Bukan untuk organiszations keuntungan
6.    Jutaan orang yang membagi cerita kehidupan mereka pada orang lain di web

Proses Jurnalistik digambarkan seperti :
·         Pengidentifikasian peristiwa , fakta , pengalaman atau pendapat yang mungkin menarik
·         Memperoleh informasi lebih lanjut dan pandangan untuk mengembangkan ide awal dan untuk memverifikasi keakuratan dan relevansi dengan pembaca Anda
·         Memilih dari apa yang telah Anda kumpulkan, bahan yang paling nilai dan minat untuk pembaca , dan
·         Pemesanan dan menyajikan materi dengan akurasi total dan kebenaran dan sebanyak gaya dan kecerdasan seperti yang Anda kerahkan untuk menginformasikan , merangsang dan / atau menghibur pembaca Anda .
            Keempat proses jurnalistik di atas dapat dikelompokkan menjadi dua :
  1. Meneliti dan melaporkan apa yang didapatkan sebagai jurnalis
  2. Konstruksi cerita dan penerbitan


Online sebagai media publising
            Publikasi pada media lama cukup kompleks sehingga penerbitan surat kabar harian menjadi bisnis yang rumit dan membutuhkan sinkronisasi yang berbeda dari berbagai macam orang. Penerbitan secara online dapat membangun hubungan yang lebih dinamis dan penyebaran informasi yang lebih baik.         
penyebaran informasi
·         Kesegeraan
·         Beberapa halaman
·         Multimedia
·         Platform pengiriman fleksibel
·         Pengarsipan
·         Hubungan dengan pembaca
·         Interaktivitas
·         Linkage
Proses jurnalisme online memiliki empat tahap :
·         Mencari informasi yang menarik
·         Pengumpulan bahan dan data untuk pembuatan cerita
·         Penggunaan sumber terbaik yang relevan
·         Menyajikan materi yang seefektif mungkin
Apakah Anda menyediakan blok informasi bagi pengguna atau artikel selesai, berikut adalah beberapa saran untuk menjaga pandangan segar :
·         Apa yang akan anda tulis?
·         Apakah anda sudah melibatkan pembaca dalam tulisan anda?
·         Mencoba menulis topik baru setiap minggu.
·         Bereksperimen dengan hal baru setiap bulan
·         Mendorong umpan balik dari pembaca Anda
Siklus hidup berita
Bagaimana pernah karena berita adalah hewan yang unik , tidak terlalu cerita berjalan melalui setiap
Sumber berita
·         Mata dan telinga
·         Sumber individu
·         Siaran pers
·         Media lain
·         Newsroom diary
Wawancara dapat mengambil bentuk sebagai berikut dan mereka semua memiliki aplikasi untuk secara online :
·         Wawancara penelitian
·         Wawancara berbasis teks
·         Wawancara siaran
Jurnalis yang pewawancara dicapai dapat membuatnya tampak seperti hal yang paling alami di kata:
·         Pentingnya persiapan
·         Merencanakan struktur wawancara
·         Keterampilan listenting
·         Mengajukan pertanyaan bodoh
·         Teknik pengamatan dan empati
·         Menyiarkan wawancara

Menggunakan pendekatan bottom-up, kita dapat mengidentifikasi unsur-unsur utama dari penelitian dan pelaporan dan mempertimbangkan bagaimana penggunaan online dapat mendukung mereka :
1 . mencari informasi
2 . menemukan orang
3 . memeriksa informasi
4 . Menganalisis informasi

Langkah agar tulisan anda tersebar secara efektif dalam media online :
·         Gunakan kata secukupnya
·         Hindari penggunaan kalimat panjang
·         Gunakan kata-kata sederhana
·         Gunakan kata-kata yang kuat
·         Lebih spesifik daripada menggunakan generalisasi
·         Memberikan arti kata-kata yang benar

Apresiasi
Dalam buku ini, Mike Ward mendeskripsikan media online dengan sangat detail dan cukup ringkas. Buku ini patut dibaca oleh para pemula dalam media online. Jurnalisme online merupakan jenis media baru yang berbeda dari jenis media lainnya. Dalam media ini kita bisa mengakses data dalam segala bentuk seperti suara, tulisan, video, gambar, dll.
Informasi dasar yang dimiliki buku ini sangat berbeda dengan buku-buku lain. Misalnya saja dalam buku milik Ashadi Siregar yang berjudul Bagaimana Meliput dan Menulis Berita untuk Media Massa, dijelaskan sumber berita yang berbeda jauh dengan sumber berita yang ada di dalam buku ini. Dalam buku ini memiliki banyak perbedaan dengan buku jurnalistik lainnya. Dalam buku Ashadi Siregar (1998:43) Bagaimana Meliput dan Menulis Berita untuk Media Massa, menjelaskan tentang sumber berita. Journalisme Online yang menyebutkan sumber berita adalah mata dan telinga, sumber individu, siaran pers, media lain, newsroom diary.
Ada beberapa poin dalam buku ini yang tidak sesuai dengan kode etik jurnalistik. Misalnya saja sumber berita yang didapatkan dari media lain. Hal tersebut bisa digolongkan sebagai kegiatan plagiarisme bila media yang bersangkutan tidak mencantumkan sumbernya. Bila kegiatan seperti ini disahkan dalam dunia jurnalisme online, maka saya bertanya-tanya, apakah jurnalisme online bisa digolongkan sebagai ‘jurnalisme’ itu sendiri?
Dalam buku ini Mike Ward menyatakan bahwa wawancara juga termasuk dalam proses pencarian berita yang penting. Persiapan wawancara yang terstruktur juga diperlukan. Hal tersebut dijelaskan oleh Septiawan Santana (2005) yang berjudul Jurnalisme Kontemporer, buku Syarifudin Yunus yang berjudul Jurnalistik Terapan, dan buku Zaenuddin HM yang berjudul The Journalist Buku Basic Wartawan Bacaan Wajib.





Daftar Pustaka
Ward, Ward.  Jurnalisme Online . 2002. Oxford: Focal Press
Siregar, Ashadi. 1998. Bagaimana Meliput dan Menulis Berita untuk Media Massa. Yogyakarta: Kanisius.
Zaenuddin HM. 2007. The Journalist Buku Basic Wartawan Bacaan Wajib Wartawan, Editor, dan Mahasiswa Jurnalistik. Jakarta : Prestasi Pustakarya.
Septiawan Santana. 2005.  Jurnalisme Kontemporer. Jakarta : Yayasan Obor Indonesia.
Syarifudin Yunus. 2010. Jurnalistik Terapan. Jakarta : Ghalia Utama.


0 comments:

Post a Comment