Uang Lomba Forsi Belum Cair Hingga Acara Closing

Panitia Festival Olahraga dan Seni Universitas Padjadjaran (Forsi Unpad) boleh saja bergembira dengan selesainya acara closing Forsi yang bertajuk outer space dengan tagline Funtastic 2013.

Ulang Tahun Che.Co Futuristik Bersama Bottlesmoker

Kamis lalu (10/10) Che.co Café dan Resto berulang tahun yang ke delapan, dalam rangka acara tersebut Che.co Café dan Resto merayakannya dengan mengadakan sebuah Gigs dengan konsep “Dunia Tanpa Batas” dan bertemakan futuristik.

Supernature #2: Bakti Mahasiswa Bagi Dunia Pendidikan Agraria

Sabtu (12/10), di Bandung, Fakultas Teknik Industri Pertanian (FTIP) Universitas Padjadjaran mengadakan acara Supernature untuk kedua kalinya.Rangkaian acara tahunan yang dilaksanakan Himpunan Mahasiswa FTIP kali ini dilaksanakan di sekitar Bale Rumawat Universitas Padjadjaran, Dipati Ukur, Kota Bandung.

Skyavenue SMA Labschool Kebayoran

Pentas Seni Skyavenue yang diadakan rutin setiap tahun oleh SMA Labschool Kebayoran menghadirkan beberapa penyanyi papan atas Indonesia. Acara pensi ini diadakan di Plaza Tenggara Senayan, Jakarta Selatan.

Enam Pelaku Perampasan Motor Masih Buron

Pelaku perampasan sepeda motor di Jl. Menteng, Sektor 7, Bintaro masih dalam pencarian oleh Polisi daerah Bintaro (12/20). Salah satu anggota Reskrim Pondok Aren, Brigadir Novani Adi Triono, mengatakan bahwa kejadian perampasan motor sudah pernah terjadi sebelumnya.

Showing posts with label Olahraga. Show all posts
Showing posts with label Olahraga. Show all posts

Sunday, 13 October 2013

Garuda Menang Dengan Bercanda

Christ Gideon (kanan) bercanda mengusap telapak tangan Arif Asshiddiq (kiri) sebelum melempar bola dari tengah lapangan. 


Sukabumi, Serius – Final basket Xpreso VII (13/10) di SMA Hayatan Thayyibah dimeriahkan oleh pertandingan eksibisi antara Garuda Bandung melawan Sukabumi All-Star. Garuda Bandung datang dengan lima pemain: Wendha Wijaya (32), Christ Gideon (29), Mochamad Rizal Falconi (20), Fadlan Minallah (31), dan Diftha Pratama (23).

Pertandingan dimulai dengan jump ball oleh Falconi (Garuda Bandung) dan Sukmara (Sukabumi All-Star). Poin pertama diraih Juli (Sukabumi All-Star) dengan tembakan tiga angka. Ia merasa puas dengan pertandingan tersebut.

“Secara level kita kalah, mungkin. Tapi secara main, kita merasa puas.” Ujar Juli.

Kedudukan awal 3-0 langsung dibalas Garuda dengan fast break dan dunk Falconi. Quarter pertama kedudukan imbang 15-15. Quarter kedua, Sukabumi All-Star tertinggal 23-34. Skor akhir pertandingan 38-44. Juli mengakui kesulitan melawan Garuda.

“Memang kita kalah, tapi bangga juga. Susah. Tadi, yang nge-dunk tadi itu, Falconi, dia juara slam dunk contest di Shanghai, Cina. Kita gak ada yang bisa nge-dunk

Pertandingan berlangsung selama tiga quarter diselingi dengan slam dunk contest. Saat half time, para pemain Garuda Bandung membagikan hadiah untuk penonton dan lawan tanding mereka. Saat itu penonton berhamburan ke tengah lapang. Panitia berusaha mengamankan penonton kembali ke sisi lapangan.

Selain slam dunk contest, pemain Garuda memberikan kesempatan pada Sukabumi All-Star untuk melakukan tembakan dari tengah lapangan. Pemenang diberi kaos Garuda Bandung. Arif Asshiddiq (Sukabumi All-Star) berhasil memasukan bola dari tengah lapangan.

Fadlan sempat bertukar posisi dengan wasit Dzukran Fauzan (17) di tengah pertandingan. Fauzan tiba-tiba harus menjadi salah satu pemain Garuda.

“Kaget juga. Lagi ngewasitin, tiba-tiba dikasih baju. Tukar pemain sama wasit.” Ujar Fauzan.

Selama pertandingan, Fadlan terus bercanda. Beberapa kali ia sempat menghampiri penonton untuk foto bersama di tengah pertandingan.

“Kita gak main serius. Mereka datang bukan untuk pertandingan yang bener-bener serius. Mereka datang untuk menunjukan gimana caranya main basket yang bener.” Juli mengakui.  (Gagah)

Saturday, 12 October 2013

Indonesia Menang Tipis Atas Korea Selatan

 
Selebrasi gol Evan Dimas (kiri) saat Indonesia menjamu Korea Selatan pada kualifikasi AFC U-19 Sabtu (12/10) malam. Indonesia menang 3-2 atas Korea Selatan. (dok:score88.biz)

SERIUS, JAKARTA -- Evan Dimas dan kawan-kawan kembali menuntaskan pertandingan terakhirnya di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) pada  Sabtu (12/10) malam. Evan Dimas berhasil mencatatkan namanya di papan skor sebanyak tiga kali, dan dia menciptakan hatrick untuk yang kedua kalinya di ajang resmi. Evan Dimas dan kawan-kawan sangat percaya diri ketika bertanding dan membuat mereka menang.
Pada 15 menit awal pada babak pertama terjadi jual beli serangan yang sangat bagus. Indonesia mendapatkan dua peluang yang cukup bagus yakni pada menit ke-5 dan ke-10, namun masih belum bisa dikonversi menjadi sebuah gol. Lalu, pada menit 18 terjadi kemelut di depan gawang Indonesia dan pemain korea hampir bisa mencetak gol, namun terjadi terlebih dahulu pelanggaran.
Banyaknya genangan air di sejumlah titik lapangan membuat aliran bola menjadi terhambat. Namun, itu semua tidak mematahkan semangat para pemain Indonesia ini untuk mencetak gol. Walhasil pada menit 30 terciptalah gol yang indah dari Evan Dimas, yang menggunakan skema segitiga. Gol dimulai dari umpan terobosan yang diberikan kepada Ilham Udin, lalu Ilham memberikan umpan yang indah ke tengah gawang Korea Selatan dan diterima oleh Evan Dimas dan langsung diakhiri dengan tendangan yang membuahkan gol.
Tetapi gol tersebut tidak bertahan lama, karena pemain Korea Selatan langsung mencoba untuk membalas gol tersebut, pemain Korea Selatan dihentikan cukup keras di kotak penalti Indonesia, dan membuahkan pelanggaran. Akhirnya wasit meniup peluit dan menunjuk titik putih. Tendangan penalti diambil oleh Seoul, dan gol pun tercipta. Kedudukan sekarang 1-1.
Lalu hujan pun semakin lebat dan mengakibatkan lapangan kembali dipenuhi air, dan pada menit 42 wasit menghentikan pertandingan. Para pemain masuk ke dalam ruang ganti. Setelah menunggu beberapa menit akhirnya pertandingan dilanjutkan kembali mulai menit 43 dan diberi tambahan waktu 3 menit. Peluang terakhir terjadi oleh M. Hargianto yang melepaskan tendangan dari luar kotak penalti, lalu bola membentur tiang gawang dan memantul tepat di garis gawang, sehingga gol belum terjadi lagi di babak pertama ini.
Lalu pada babak kedua hujan sudah mulai reda, pertandingan pun semakin menarik. Pada menit 49 teerjadi gol kembali untuk Indonesia, dan lagi-lagi gol diciptakan oleh kapten timnas, Evan Dimas. Skema gol tersebut hampir sama dengan gol yang pertama, yaitu skema segitiga. Maldini membawa bola dari sisi kiri pertahanan Korea, lalu memberikan umpan yang baik ke tengah gawang, dan langsung ditendang oleh Evan Dimas dan gole kedua pun tercipta. Kedudukan saat ini 2-1.
Mulai dari menit 50 jual beli serangan kembali terjadi, dan akhirnya kembali tercipta gol pada menit 87, dan kembali yang menciptakan gol adalah Evan Dimas. Skema untuk menciptakan golnya pun hampir sama dengan gol pertama dan kedua. Namun kalin ini yang memberikan umpan adalah Ilham Udin. Kedudukan saat ini adalah 3-1. Lalu setelah gol ketiga terjadi gemuruh para penonton di stadion kembali menggelegar dan membangkitkan semangat para pemain Indonesia.
Pemain Korea pun tak mau kalah, setelah terjadi pelanggaran yang cukup keras pada menit 89, akhirnya gol pun tercipta pada menit itu, karena tendangan bebas tersebut melambung tinggi di depan gawang Indonesia, dan bisa disundul oleh Shu Myeongwan dan terciptalah gol. Lalu wasit memberikan tambahan waktu 4 menit. Waktu 4 menit itu cukup berharga untuk pemain Korea Selatan, namun tidak dapat menciptakan gol kembali. Pada akhirnya wasit pun meniup peluit panjang tanda pertandingan selesai.

Akhirnya Indonesia kembali menciptakan sebuah generasi yang baru, hebat, dan membanggakan karena dengan kemenangan ini Indonesia berhasil masuk ke putaran final AFC U-19 di Myanmar tahun 2014. Menurut penonton, Jumari, “permainan tim Indonesia bagus dan gol-golnya juga keren, semoga tahun depan di Myanmar bisa menciptakan gol-gol yang lebih spektakuler lagi”.