Dhiany Nadya Utami

T8/OJ2013                                                                                                                                         Dhiany Nadya Utami
                                                                                                                                                                210110120343

Apresiasi Buku “Journalism Online”
karya Mike Ward

I.                    Rangkuman

Apa itu jurnalisme online? Bagi para profesional ini adalah pertanyaan yang kompleks. Jurnalis di surat kabar, radio, dan televisi telah mengambil nilai-nilai inti, pengetahuan, dan keterampilan jurnalistik dan diterapkan pada media mereka. Dalam pikiran banyak orang, muncul pertanyaan bagaimana melakukan hal yang sama secara online, mengingat jangkauan dan ruang lingkupnya sebagai media.
Dalam dunia online sendiri, terdapat informasi lebih banyak daripada informasi apa yang  bisa atau ingin kita baca. Sehingga kita harus selektif memilihnya. Ada jutaan hal seperti ini, yang dibangun oleh banyak pihak, baik organisasi maupun individu. Misalnya organisasi berita (surat kabar, televisi, kantor berita), organisasi komersial (pabrik, peengecer, jasa finansial), organisasi pemerinttah pusat dan daerah, organisasi para aktivis baik dalam bidang politikk, sosial, maupun lingkungan, serta jutaan individu yang menggunakan web untuk memperlihatkan pada dunia tentang obsesi, kepercayaan, dan keinginan mereka.
Sesungguhnya ada empat tahap proses jurnalisme. Namun, tahap jurnalisme juga dapat dibagi dalam dua bagian. Pertama, proses mencari dan membuat laporan berita (proses ‘mengumpulkan’). Kedua, proses konstuksi berita dan publikasinya (proses ‘meenyebarkan’). Dalam mencari bahan beriita, terdapat berbagai sumber berbeda, di antaranya: cerita, dokumen-dokumen, data kasar, press release, atau informasi dari seseorang. Seorang jurnalis setelah mengumpulkan dan menyeleksi beritanya tentu ingin membaginya kepada para pembaca. Publikasi secara online adalah salah satu cara penyebaran yang terbuka dan lebih dinamis.
Penyebaran informasi pada media online ini mencakup kesegeraan, halaman yang melimpah, fasilitas multimedia, serta platform yang fleksibel. Dalam pengarsipan, media online adalah sumber yang baik dalam menjelajah konten. Relasi dengan pembaca juga sangat dinamis, pembaca dapat memilih berita mana saja tanpa harus berurutan. Interaktivitas dalam online sangat tinggi, online telah menarik kontribusi dari berbagai bidang informasi, termasuk orang-oraang di daerah konflik. Terakhir adalah linkage, yaitu keterhubungan yang tak terbatas di dunia online.
Dalam membuat suatu nilai berita kita harus memerhatikan beberapa pemicu, yaitu: (1) relevansi pada dua komunitas, yakni masyarakat geografis serta kelompok sesuai minat, (2) wahyu, pembaca akan mempertimbangkan suatu berita jika hal itu merupakan sesuatu yang mereka tak tahu sebelumnya, dan (3) gairah, sebuah berita yang unik akan membangkitkan keinginan membaca yang lebih dari biasa.
Sumber berita begitu banyak. Apa saja kah sumber berita tersebut? Berita dapat kita peroleh dari penglihatan dan pendengaran, sumber individu, siaran pers, media lain, serta newsroom diary. Dan salah satunya kita dapat melakukan wawancara. Ada berbagai bentuk wawancara, dan bentuk-bentuk dapat diaplikasikan secara online, yaitu wawancara penelitian, wawancara berbasis teks, dan wawancara siaran.
Media secara online tidak dapat terlepas dari layout atau desain web itu sendiri. Orang-orang-orang sangat tertarik dengan desain web. Rosenfeld dan Morville mengatur peran ini dalam tugas-tugas sebagai berikut: (1) merancang cara untuk mengelompokkan konten, (2) merancang sistem pelabelan konten, (3) merancang sistem navigasi untuk membantu kita dalam bergerak dan menjelajah konten, dan (4) merancang sistem pencarian konten.


II.                  Apresiasi

Buku Jurnalism Online karya Mike Ward ini membahas secara detail mengenai jurnalisme online. Dalam bab pembuka dijelaskan mengenai apakah sebenarnya jurnalisme online itu. Dijelaskan pula pengertian-pengertian berbagai istilah yang berhubungan dengan jurnalisme online. Berbagai definisi yang disebutkan adalah definisi digital, online internet, world wide web, e-mail, dan jurnalisme. Banyaknya definisi dasar yang dijelaskan memang membuat buku ini terasa lengkap, namun menurut saya malah terkesan bertele-tele. Istilah-istilah tersebut sudah familiar dengan pembaca sehingga seharusnya dijelaskan secara singkat saja dan tak perlu dibahas terlalu panjang.
Kesan bertele-tele juga didapat karena terlalu banyaknya kutipan atau contoh kasus yang disertakan dalam buku ini. Dalam setiap pembahasan disisipkan kutipan dari orang atau tokoh. Beberapa kutipan memang terasa menggangu, tetapi tidak semuanya. Ada beberapa ilustrasi dirasa cukup membantu untuk memahami apa yang sedang dijelaskan dalam subbuku tersebut.
Dalam buku ini disebutkan bahwa jurnalisme online memiliki beberapa kelebihan di antaranya lebih cepat, dinamis, dan interaktif. Hal ini sejalan dengan apa yang dikatakan Zaenuddin HM dalam buku The Journalist bahwa media online memiliki keunggulan dibandingkan media cetak karena dalam media online berita-berita yang disampaikan jauh lebih cepat, bahkan dapat di-up date setiap beberapa menit. Hal ini membuat media online sangat dibutuhkan bagi mereka yang ingin mengetahui perkembangan dunia setiap saat.
Kelebihan ini terlihat sangat mencolok apalagi jika dibandingkan dengan media cetak. Saat terjadi suatu peristiwa hebat, misalnya bencana alam, kecelakaan, atau teror bom, bertia mengenai peristiwa tersebut baru akan muncul di surat kabar keesokan paginya. Adapun, dalam media online berita tersebut bisa saja muncul dalam hitungan jam, bahkan menit, setelah peristiwa tersebut terjadi. Media nline juga terbantu dengan fasilitas multimedia yang tak terbatas didalamnya, selain cepat, berita juga dapat dilengkapi dengan tayangan peristiwa yang bersangkutan.
Kelebihan lainnya yang disebutkan adalah akses yang mudah, untuk memperoleh berita dari media online tak hanya dapat dilakukan komputer atau laptop, lewat telepon seluler pun kita dapat mengakses berita mana pun yang kita inginkan. Dan satu lagi kelebihan lain yaitu pembaca dapat memberikan tanggapan atau komentar secara langsung terhadap berita yang disukai atau tidak disukainya. Poin ini memiliki inti yang sama dengan kelebihan media online yang disebutkan Mike Ward yaitu interaktif. Lebih jauh, dibahas mengenai prospek media online kedepannya. Dikatakan, jika media online dikelola dengan sangat baik dan profesonal, boleh jadiakan menyaingi, bahkan menggusur media cetak seperti koran dan tabloid.
Ada yang menarik perhatian saya, yaitu pada pembahasan mengenai sumber berita. Dalam buku Journalism Online ini disebutkan beberapa sumber berita yaitu penglihatan dan pendengaran, sumber individu, siaran pers, media lain, serta newsroom diary. Saya menggarisbawahi siaran pers dan media lain. Saya merasa tak janggal jika siaran pers atau media lain dijadikan sumber berita. Karena, saat sebuah berita telah dipublikasikan media lain, lalu berita tersebut dijadikan sumber berita baru, menurut saya berita tersebut kehilangan sisi aktualitasnya. Aktualitas, berarti informasi yang disuguhkan media pers harus mengandung unsur kebaruan, menunjuk kepada peristiwa yang benar-benar baru terjadi atau sedang terjadi. (Haris Sumadiria, 2006: 37)
Pula, pembuat berita yang mengambil sumber dari media lain berarti berita yang nantinya ia buat itu tidak asli lagi. Ini berlandaskan apa yang saya baca dari buku Catatan-catatan Jurnalisme Dasar karya Luwi Ishwara. Dalam buku tersebut dituliskan beberapa petunjuk yang dapat membantu wartawan mengumpulkan informasi (sumber berita), yaitu (1) observasi langsung dan tidak langsung dari situasi berita, (2) proses wawancara, (3) pencarian dan penelitian bahan-bahan melalui dokumen publik, dan (4) partisipasi dalam peristiwa. Tidak pernah disebutkan sumber berita itu siaran pers atau media lain.
Meskipun ada beberapa perbedaan dari teori-teori yang terdapat dalam buku tentang jurnalisme lain, secara keseluruhan buku ini cukup baik membahas jurnalisme online. Di dalamnya dibahas secara runtut mulai dari pengertian jurnalisme online, inti jurnalisme, riset online dan laporan. Ada pula pembahasan tentang inti penulisan serta struktur berita online. Serta tambahan mengenai HTML dan web design atau layout halaman.







Daftar Pustaka
Ward, Mike. Jurnalism Online. 2002. Oxford: Focal Press
H.M, Zaenuddin. 2011. The Journalist, Bacaan Wajib Wartawan, Redaktur, Editor, dan Mahasiswa Jurnalistik Edisi Revisi. Bandung: Simbiosa.
Sumadiria, A.S Haris. 2006. Jurnalistik Indonesia, Menulis Berita dan Feature, Panduan Praktis Jurnalis Profesional. Bandung: Simbiosa.
Ishwara, Luwi. 2005. Catatan-catatan Jurnalisme Dasar. Cetakan Kedua. Jakarta: Kompas.


0 comments:

Post a Comment