Reza Firmansyah Ismail



T8/OJ2013   
Reza Firmansyah Ismail
210110120109

Apresiasi Buku "Journalism Online" Mike Ward

I.  Rangkuman
Jurnalisme online adalah sebuah broad cruch yang merangkul pembuatan konten di berbagai jenis informasi dan pengaturam. Saat ini, ada jutaan hal seperti ini dibangun dan diadakan oleh berbagai organisasi dan individu , misalnya :  organisasi berita, komersial dan pemerintah. Proses jurnalistik memiliki empat tahap yaitu :
-        mengindentifikasi
-        menemukan berita
-        mengumpulkan bahan berita
-        menginformasikan berita.
 Dari keempat proses jurnalistik diatas, dapat dikelompokkan menjadi dua bagian.  yaitu meneliti dan melaporkan­­ – apa yang anda kumpulkan sebagai jurnalis dan membuat berita dan menerbitkan – apa yang anda kirimkan. Jika anda melaporkan langsung dari tempat kejadian, maka anda harus mengirimkan informasi tersebut. tetapi, sebagian besar informasi tersebut digunakan untuk melaporkan dan mengumpulkan pendapat.
Menerbitkan berita secara online, dapat membuka jalan lebi luas dalam penyebaran informasi dan  hubungan kepada pembaca.
-       Penyebaran informasi
-       Pengarsipan
-       Hubungan dengan Pembaca
-       Interaktivitas
-       Linkage
David Randall (1999) mengemukakan bahwa ada dua macam jurnalis. Pertama, jurnalis yang baik mempunyai kreatifitas, keaslian berita, dan pertanyaan yang bagus. Kedua, wartawan yang malas menginformasi berita begitu saja, wartawan tersebut tidak menjangkau pembaca dan mencari tahu apa yang diinginkan oleh pembaca.


Dalam menentukan nilai berita, anda harus mengindentifikasikan suatu berita, layak diinforasikan atau tidak. Berikut unsur dalam kriteria yang layak untuk dinformasikan
1. Relevansi
2. Revelasi
3. Kesukaan
Terdapat tiga aturan dalam menulis di sebuah web, menurut Jakob Nielsen (1999), yaitu :
 1. Lugas.
2. Menggunakan paragraf pendek.
3. Menggunakan hypertext untuk memisahkan informasi yang terlalu panjang.
Bagi seorang wartawan, ia harus menyulap tiga hal penting saat menulis cerita, yaitu :
-       mengidentifikasi unsur-unsur cerita yang menarik bagi pembaca.
-       penataan cerita yang seefektif mungkin.
-       Memaksimalkan jumlah pembaca untuk jangka waktu maksimum.
Beberapa orang menggunakan model sebuah ‘piramida terbalik’. Wynford Hicks ( 1999) berkata, “saya tidak bisa memahami alasan untuk ini. Model ini bekerja jauh lebih baik di posisi tegak normal dengan basis yang luas di bagian bawah. karena cara bentuk piramida, dari atas ke bawah, mencerminkan baik pentingnya dan jumlah yang akan ditulis. Pada terbalik posisi, itu hanya mencerminkan pentingnya ( bagian terbesar adalah di ata.
Bentuk Piramida mempunyai dua manfaat. Pertama, pembaca bisa mendapatkan esensi dari cerita dengan hanya membaca pendahuluan. kedua editor, ditekan untuk mengefektifkan ruang dan waktu, dengan memotong cerita berbentuk piramida dari bawah ke atas.
Harold Evans ( 2000) mengutarakan tentang pentingnya judul tulisan, ia mengatakan “Menulis judul yang baik adalah 50% dari editor teks keterampilan. Setiap sedikit waktu memahat kata-kata yang tepat di kanan urutan waktu dengan baik”.
Evans ( 2000) menjelaskan, headline melayani dua tujuan utama. Pertama, untuk menarik sebanyak  mungkin pembaca ke dalam teks cerita. Kedua, bagi mereka yang tidak membaca lebih lanjut, berita utama masih dapat memiliki efek.
II. Apresiasi
            buku ini adalah buku yang bagus, menarik, dan sangat berguna bagi para jurnalis muda yang sedang mendalami lebih jauh mengenai jurnalistik dalam jaringan atau online. Melihat dari konten yang dibahas dalam buku ini, sepertinya penulis lebih menekankan pada konsep sebuah jurnalistik dalam jaringan atau lebih memeberikan informasi kepada pembacanya dalam segi  teoritisnya.
            Namun, sangat disayangkan buku ini merupakan sebuah text book atau buku yang menggunakan bahasa inggris, bagi para pembaca yang kurang memahami mengenai bahasa inggris, akan lebih susah  untuk mengartikannya. Akan terjadi banyak perbedaan dalam memaknai setiap teori yang diberikan dalam buku ini.
            Dalam buku karya mike ward ini, ia lebih menjelaskan pada pencarian bahan berita atau informasi data dari internet atau internet trail, tidak menjelaskan bagaimana verifikasi data atau informasi yang didapatkan, itu  diperlukan dalam media online. Padahal, dalam buku yang berjudul “Sembilan Elemen Jurnalisme  karya Bill Kovach & Tom Rosenthiel diterangkan dalam elemen ke tiga, dimana intisari jurnalisme adalah disiplin verivikasi. Disebutkan dalam buku tersebut bahwa “wartawan sekarang menghabiskan waktu  lebih banyak mencari sesuatu untuk menambahi berita yang tengah berlangsung, biasanya interpretasi, dan bukannya mencoba secara  independen mendapati dan memverifikasi fakta baru”
            Pada pembahasan keunggulan dari jurnalisme online itu sendiri, bila di bandingkan dengan buku karya Indah Suryawati yang berjudul “Jurnalistik Suatu Pengantar Teori dan Praktik” terdapat keunggulan lain yaitu :

1.    Audience Control
2.    Nonlienarity
3.    Storage and retrieval
4.    Unlimited Space
5.    Immediacy
6.    Multimedia Capability
7.    Interctivity

Dalam buku Mike Ward juga dijelaskan mengenai metode piramida terbalik, metode tersbut sama seperti yang dijelaskan dalam buku Jurnalistik Indonesia Menulis Berita dan Feature Panduan Praktis Jurnalis Profesional karya AS Haris Sumadiria piramida terbalik namun lebih legkap dalam buku AS Haris Sumadiria. dalam bukunya penjelasan piramida terbalik lebih mendalam. Dapat dilihat dari terdapatnya dua jenis metode piramida, yatu metode piramida terbalik dan tidak terbalik.
Bila buku ini dibaca degan detail dan kita dapat mengerti bagaimana susahnya mengurus media online, hal tersebut akan sama ketika kita akan membaca buku yang lebih berbentuk sebuah buku naratif, yang berjudul “Jurnalis, Jurnalisme dan Saya” karya  Keluarga Alumni Jurnalistik Unpad, yang diceritakan oleh Hagi Hagoromo yang berjudul Alhamdulillah It’s Friday dimana dalam cerita terebut dicertikana juga bagaimana susahnya mengurus dan mengembangkan sebuah usaha media online.


Daftar Pustaka

1.    Kovach Bill & Rosenstiel Tom. Sembilan Elemen Jurnalisme. 2003. Pantau : Jakarta
2.    Suryawati, Indah. Jurnalistik Suatu Pengantar: Teori dan Praktik. 2011. Ghalia Indonesia:Bogor
3.    Sumadiria, AS Haris. Jurnalistik Indonesia: Menulis Berita dan Feature, Panduan Praktis Jurnalis Profesional. 2005. Simbiosa Rekatama Media:Bandung
4.    Indirani, Feby dkk. Jurnalis, Jurnalisme, dan Saya. 2011. Keluarga Alumni Jurnalistk UNPAD:Bandung

0 comments:

Post a Comment