Claudia Bernadette B.

T8/OJ2013                                                                                                                                           Claudia Bernadette B.                                                                                                                                                                    210110120078   
Apresiasi Buku “Jurnalisme Online”
Karya Mike Ward
rangkuman
Di era digital membuat orang banyak beralih ke jurnalistik online. Kurangnya perantara di media cetak atau elektronik membuat jurnalistik online menjadi salah satu unsur penting dalam dunia jurnalisme.   Semua unsure media harus mendukung penawaran konten jurnalisme online.  Beberapa premis tentang jurnalistik online diantaranya :
1.       Online adalah media yang khas karena penggunanya mengatur dari berbagai segi
2.       Semua element media dilengkapi konten.
3.       Penerapan dari inti dan proses Jurnalisitik menginformasikan semua tahapan pembuatan konten dan presentasinya. Dari konsep ide paling awal hingga penyelesaian di halaman akhir atau situs.
4.       Jurnalisme online adalah sebuah cakupan yang luas karena merangkul konten pembuatan di berbagai jenis (misalnya berita dan informasi) dan pengaturan (misalnya komersial serta berita berbasis).
Digital
Proses digital mengubah semua informasi menjadi data, teks, grafis, audio, gambar atau video berurutan, melalui kawat, siaran kabel atau frekuensi ke suatu tujuan dan kemudian kembali ke bentuk aslinya.
Online
Online adalah istilah yang sering digunakan secara umum untuk menggambarkan akses informasi digital, pengambilan, atau penyebaran informasinya.
Internet
Internet bukan hanya Wolrd Wide Web. Itu bukan hal yang sama. Web adalah penghubung yang memungkinkan orang untuk bertukar, data, teks gambar, grafis, audio dan video di internet. Yang paling terkenal adalah surat elektronik atau e-mail. Web dan e-mail adalah dua hal yang saat ini memiliki aplikasi online yang paling banyak berpengaruh pada dunia jurnalistik
Jurnalisme online dibangun dan diselenggarakan oleh segudang organisasi dan individu , misalnya :
·                     Berita organisasi ( misalnya surat kabar , perusahaan televisi dan kantor berita )
·                     Organisasi komersial ( misalnya produsen, pengecer dan jasa keuangan )
·                     Organisasi dari pemerintah nasional dan lokal
·                     Tekanan kelompok - orang yang ingin mengubah sesuatu , baik itu di bidang politik , sosial atau ekologis
·                     Organisasi yang bukan mencari keuntungan ( misalnya badan amal dan kelompok masyarakat )
·                     Jutaan orang yang menggunakan web untuk menceritakan kepada dunia tentang keyakinan dan keinginan mereka.
Proses jurnalistik dapat dideskripsikan sebagai :
·         mengidentifikasi peristiwa, fakta, pengalaman atau pendapat yang mungkin menarik bagi pembaca
·         memperoleh informasi lebih lanjut dan pandangan untuk mengembangkan ide awal dan untuk memverifikasi keakuratan dan relevansinya untuk pembaca
·         memilih dari apa yang telah dikumpulkan, bahannya dari kebanyakan nilai dan menarik bagi pembaca
·         Pemesanan dan penyajikan materi dengan akurasi total dan kebenaran dan banyak gaya dan kecerdasan seperti yang dikerahkan untuk menginformasika , merangsang dan atau menghibur pembaca.
Jadi apa yang begitu istimewa tentang jurnalisme online ?
                Keempat tahap proses jurnalistik  dapat dikelompokkan menjadi dua bagian. Pertama meneliti dan melaporkan apa yang didapatkan sebagai seorang jurnalis. Kedua adalah konstruksi cerita dan penerbitan dari apa yang dikirim.
Meneliti dan pelaporan online
                Ketika meneliti suatu cerita,  mungkin dapat dari berbagai sumber informasi. Bisa memasukkan ke cerita sebelumnya. di mana dan bagaimana kejadian, Anda bisa mendapatkannya melalui:
·         Kisaran akses ke sumbernya - orang , dokumen, data atau berita arsip
·         Jumlah akses yang Anda dapatkan - jutaan dokumen, cerita dan kontak
·         Kecepatan akses
·         Apa yang dapat Anda lakukan dengan informasi ketika Anda memilikinya
·         Kemampuan untuk berdebat, berdiskusi dan keahlian melalui diskusi newsgroup
Online sebagai media publising
                Proses publikasi media kompleks. Penerbitan surat kabar harian adalah bisnis yang rumit, membutuhkan sinkronisasi kegiatan yang berbeda oleh berbagai macam orang. Penerbitan secara online dapat menjadi jalan baru yang terbuka dalam penyebaran informasi dan membangun hubungan yang lebih dinamis dengan pembaca.
Penyebaran informasi
·         Kesegeraan
·         Beberapa halaman
·         Multimedia
·         Pengiriman fleksibel
·         Pengarsipan
·         Hubungan dengan pembaca
·         Interaktif
·         Hubungan
Proses jurnalisme online memiliki empat tahap :
·         Mengidentifikasi dan menemukan berita atau informasi yang menarik minat penonton atau pembaca
·         Mengumpulkan semua bahan yang dibutuhkan untuk menceritakan kisah atau memberikan informasi
·         Memilih dari koleksi bahan terbaik
·         Menyajikan materi yang seefektif mungkin
Berikut adalah beberapa saran untuk menjaga pandangan segar :
·         Tanyakan pada diri sendiri apakah Anda tahu bahwa Anda menulis untuk siapa
·         Sebelum memulai cerita apapun, tanyakan pada diri Anda apakah akan melibatkan pembaca
·         Mencoba untuk meliput hal baru (misalnya topik baru) setiap minggu
·         Sebulan sekali mencoba sesuatu eksperimental baik dalam bentuk dan isi
·         Mendorong umpan balik dari pembaca Anda
Mendefinisikan berita nilai :
·         Relevansi, meliputi : masyarakat geografis dan minat
·         Wahyu (pencerahan)
·         Gairah
Jurnalis menulis berita tidak boleh sembarangan. Inti dari menulis berita adalah bagaimana menyajikan tulisan dengan menarik dan tidak memihak. Selain itu pengalaman penulis juga berperan dalam menulis berita yang menarik. Refrensi yang ada juga harus banyak dibaca. Semakin banyak referensi yang ada maka semakin kritis jurnalis menulis berita. Walaupun penulisan berita harus sesuai dengan kebutuhan pembacanya, tidak boleh rumit.
Jurnalis harus memperhatikan pyramid berita. Isi penting berita diletakkan di awal. Selanjutnya diikuti oleh yang kurang penting. Namun hal ini tidak menutup kemungkinan akan ada isi penting berita di akhir juga. Keuntungan dari pyramid berita ini adalah pembaca bias dengan mudah mendapatkan esensi berita hanya dari awal paragraf.









apresiasi

Buku “Jurnalisme Online” karya Mike Ward ini cukup sulit untuk dimengerti. Mungkin penggunaan bahasa Inggris di buku ini membuat saya agak sulit mengerti. Kurangnya contoh kasus dalam materi yang dibahas, juga membuat saya kurang memahaminya. Dari segi materi, beberapa bahasan dalam buku ini sama dengan beberapa buku jurnalisme yang saya baca. Walaupun ada beberapa yang berbeda.
Dalam buku Ashadi Siregar (1998:43) Bagaimana Meliput dan Menulis Berita untuk Media Massa, membahas mengenai sumber berita. Dalam mendapatkan berita wartawan mencari atau mengumpulkan fakta lewat pengamatan (observasi), wawancara, dan melakukan riset dokumentasi. Ketiga cara tersebut bisa digunakan masing – masing atau sekaligus tergantung kebutuhan wartawannya untuk memperoleh fakta yang diperlukan. Sedangkan dalam buku Journalisme Online disebutkan bahwa sumber berita adalah mata dan telinga, sumber individu, siaran pers, media lain, newsroom diary. Jadi cara yang digunakan wartawan untuk mencari berita, berbeda dalam kedua buku ini.
Dalam buku ini disebutkan bahwa proses jurnalistik meliputi mengidentifikasi berita atau informasi yang menarik minat penonton atau pembaca, mengumpulkan semua bahan yang dibutuhkan untuk memberikan informasi dan memilih dari koleksi bahan terbaik serta menyajikan materi yang seefektif mungkin. Namun dalam buku Adian Husaini (2002), Penyesatan Opini: Sebuah Rekayasa Mengubah Citra, disebutkan bahwa proses jurnalistik hanya meliputi pengumpulan, pengolahan dan penyiaran berita. Tanpa adanya pengidentifikasian berita atau informasi. Jadi dalam buku ini lebih lengkap disampaikan proses jurnalistiknya dibandingkan buku Adian Husaini.
Menulis berita digunakan prinsip piramida berita, informasi yang penting berada di awal berita sedangkan yang kurang penting berada di akhir berita. Dalam buku ini, disebutkan bahwa jurnalis harus memperhatikan pyramid berita. Isi penting berita diletakkan di awal. Selanjutnya diikuti oleh yang kurang penting. Namun hal ini tidak menutup kemungkinan akan ada isi penting berita di akhir juga. Keuntungan dari pyramid berita ini adalah pembaca bisa dengan mudah mendapatkan esensi berita hanya dari awal paragraf. Hal ini juga dijelaskan dalam buku Analisis Framing: Konstruksi, Ideologi, dan Politik Media, karya Eriyanto (2002). Jadi materi mengenai piramida terbalik dijelaskan sama dalam kedua buku ini.
Menurut saya, buku Buku “Jurnalisme Online” karya Mike Ward bisa digunakan tidak hanya untuk jurnalis di media online saja. Tapi juga bisa digunakan untuk jurnalis dalam berbagai media. Materi yang ada dalam buku ini membantu wartawan untuk lebih mengenal jurnalis dalam bidang online ataupun bidang lainnya.


Daftar pustaka
Eriyanto. 2002. Analisis Framing: Konstruksi, Ideologi, dan Politik Media. Yogyakarta: LKiS
Husaini, Adian 2002. Penyesatan Opini: Sebuah Rekayasa Mengubah Citra. Jakarta: Gema Insani Press
Siregar, Ashadi. 1998. Bagaimana Meliput dan Menulis Berita untuk Media Massa. Yogyakarta: Kanisius.



0 comments:

Post a Comment