T8/OJ/2013 Olfi
Fitri Hasanah
210110120364
Apresiasi Buku “Jurnalism Online”
Karya Mike Ward
I.
RANGKUMAN
Semua unsur media dalam
jurnalisme online harus tetap
mendukung konten dan memenuhi prinsip-prinsip jurnalistik. Jurnalisme online dalam arti luas mencakup proses
pembuatan hingga pengaturan konten (berita dan iklan) di media tersebut. Jurnalisme
online dapat dilakukan oleh siapa
saja, misalnya organisasi berita, organisasi komersial, instansi pemerintahan,
kelompok geraan sosial, pengumpul dana, atau bahkan jutaan individu yang bisa
menggunakan web.
Proses Jurnalistik secara luas dapat digambarkan sebagai
berikut :
·
Mengidentifikasi peristiwa , fakta
, pengalaman atau pendapat yang mungkin menarik untuk pembaca.
·
Mengembangkan informasi dan
verifikasi data untuk kepentingan akurasi dan relevansi berita dengan pembaca.
·
Menyeleksi informasi yang
diperoleh yang akan dijadikan berita.
·
Menyuguhkan berita akurat yang
menginformasikan, mendidik, serta menghibur pembaca.
Empat proses jurnalistik di atas dapat dikelompokkan lagi
jadi dua. Meneliti dan melaporkan, serta konstruksi cerita dan penerbitan. Ketika
mendalami informasi, Anda harus melalui berbagai sumber informasi. Anda bisa
memasukkan kejadian terkait yang pernah terjadi sebelumnya atau mungkin Anda
sendiri yang mengalaminya. Keuntungan dari mencari informasi online, diantaranya:
·
Kemudahan akses untuk beberapa
arsip, dokumen, dan kontak.
·
Apa yang dapat Anda lakukan dengan
informasi ketika Anda memilikinya.
·
Bisa memasuki percakapan, diskusi,
dan perdebatan melalui forum email
atau newsgroup.
Online sebagai Media Publikasi
Proses publikasi media lama cukup kompleks. Publikasi
secara online merupakan sebuah cara
baru dan terbuka dalam penyebaran informasi ataupun membangun hubungan yang
lebih dinamis dengan pembaca.
Proses jurnalisme online
memiliki empat tahap:
·
Mengidentifikasi dan menemukan
berita dan/atau informasi yang menarik minat audiens.
·
Mengumpulkan semua bahan yang
dibutuhkan untuk konten.
·
Pilih dari koleksi bahan terbaik.
·
Menyajikan materi seefektif
mungkin.
Hal-hal yang memungkinkan untuk menjadi sumber berita, di
antaranya mata dan telinga, sumber individu, siaran pers, media lain, dan newsroom diary. Mengumpulkan bahan atau
data informasi dapat dilakukan dengan melalui wawancara. Tiga bentuk wawancara
yang dapat dilakukan dan diaplikasikan dalam jurnalisme online, yaitu:
·
The research interview
·
The text-based interview
·
The broadcast interview
Hal yang perlu diperhatikan
dan penting dalam menyajikan informasi hasil wawancara dalam media online, yaitu audio, gambar, gambar
bergerak, dan audio editting.
Menulis Berita
Langkah pertama untuk menulis efektif menurut Keith
Waterhouse adalah banyak membaca surat kabar atau media berita lain. Yang harus
diperhatikan dalam menulis berita, yaitu:
·
Jangan menggunakan kata-kata yang
tidak dibutuhkan (mubazir kata).
·
Menghindari kata-kata panjang jika
alternatif yang lebih pendek tersedia (efektif).
·
Hindari kata yang sulit dimengerti
audiens.
·
Hindari kata-kata yang bersifat
abstraksi.
·
Gunakan kata yang lebih spesifik.
Struktur Penulisan Berita
·
Menggunakan teori piramida
·
Intro (pada paragraf pertama)
·
Headlines
·
Captions, summary, dan links
II. Apresiasi
Buku Journalism Online
karya Mike Ward ini membahas dengan sangat detail mengenai online jurnalisme. Mulai dari proses pembuatan berita hingga teknis
media online-nya. Buku ini cocok
untuk jurnalis di media online yang
baru mengenal dunia ini. Jurnalisme online
berbeda dengan jurnalisme media cetak ataupun elektronik. Media online adalah sebuah media yang bisa
memberikan beragam tampilan kreatif untuk menarik dan menyenangkan mata
audiensnya, seperti gambar atau foto, suara, teks, bahkan gambar bergerak
(video).
Terdapat beberapa perbedaan dalam konten materi yang
dijelaskan dalam buku ini dengan buku jurnalistik lainnya. Dalam buku ini
dijelaskan bahwa proses jurnalistik terdiri dari mengidentifikasi dan menemukan
berita dan/atau informasi yang akan menarik minat audiens, mengumpulkan semua
bahan yang dibutuhkan untuk membuat berita, menyeleksi informasi, dan
menyajikan materi seefektif mungkin. Buku Sepuluh
Pelajaran untuk Wartawan karya Nur Zaen
(2000: 221-315), dijelaskan bahwa proses
jurnalistik terdiri dari rapat perencanaan, penugasan, inisiatif tunggal,
liputan, dan melaporkan peristiwa.
Mengenai sumber berita juga terdapat perbedaan antara yang
dijelaskan dalam buku Ashadi Siregar (1998:43) berjudul Bagaimana Meliput dan Menulis Berita untuk Media Massa dengan buku
ini. Dalam buku karya Ashadi disebutkan bahwa wartawan mencari atau
mengumpulkan fakta melalui tiga cara, yaitu pengamatan (observasi), wawancara,
atau melakukan riset dokumentasi. Ketiga cara tersebut dapat digunakan dalam
mencari sebuah informasi. Tetapi, dapat pula digunakan hanya satu cara,
tergantung apa, dari mana, dan dari siapa fakta itu diperoleh. Dalam buku ini disebutkan bahwa sumber berita ada 5
yaitu mata dan telinga, sumber individu, siaran pers, media lain, dan newsroom diary.
Pada buku Journalism
Online disebutkan bahwa bentuk
wawancara ada tiga macam yakni wawancara penelitian, wawancara berbasis teks,
dan wawancara siaran. Sedangkan buku berjudul Jurnalis Indonesia, Menulis
Berita dan Feature, Panduan Praktis Jurnalis Profesional, karya A.S. Haris
Sumadiria , disebutkan bentuk wawancara berita menurut Flyod G. Arpan dalam Toward Better Communication yang dikutip
Mappatoto (199:21-22) disebutkan ada tujuh bentuk wawancara yaitu wawancara
sosok pribadi, wawancara berita, wawancara jalanan, wawancara sambil lalu,
wawancara telepon, wawancara tertulis, dan wawancara kelompok. Berbeda pula
dalam buku Senangnya Menjadi Wartawan karya
Sulistiono (2013) yang menyebutkan ada 9 bentu wawancara yang dibedakan dalam
empat kategori pembeda.
Yang agak aneh menurut saya dan menimbulkan
ketidaksepakatan dari diri saya ketika membaca apa yang dijelaskan oleh Mike
Ward pada bagian media lain yang disebutkan dapat menjadi sumber berita. Yang
dikhawatirkan dengan menjadikan media lain sebagai sumber informasi, verifikasi
data menjadi tidak berjalan dengan baik. Selain itu, mengganggu independensi
dari seorang penulis berita. Saya kira, media lain agak kurang kredibel untuk
dijadikan sebuah sumber informasi.
Mengenai bahasa yang digunakan dalam buku ini yang menjadi
salah satu faktor kurangnya pemahaman pembaca. Bahasa yang digunakan kurang
sederahana walaupun sudah sangat baik menggambarkan dan menjelaskan dunia online jurnalisme. Di samping itu, buku
ini sudah cukup baik dari segi penyampaian yang menyertakan gambar-gambar
terkait materi pembahasan.
Daftar Pustaka
Hae, Nur Zaen. 2000. Sepuluh Pelajaran untuk Wartawan.
Jakarta:Kedutaan Besar Swiss.
Siregar, Ashadi.
1998. Bagaimana Meliput dan Menulis
Berita untuk Media Massa. Yogyakarta:Kanisius.
Sulistiono. 2013.
Senangnya Menjadi Wartawan.
Yogyakarta: PT. Citra Aji Pratama.
Sumadiria, A.S.
Haris. 2011. Jurnalistik Indonesia:
Menulis Berita dan Feature. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Ward, Mike. 2002. Jurnalism
Online.
Oxford: Focal Press.
0 comments:
Post a Comment